![]() |
| Sumber: Google |
Di awal tahun 2019 ini debritakan bahwa ada sekitar 773 juta email berhasil diretas, hal tersebut diungkapkan oleh perusahaan peneliti keamanan Troy Hunt.
Pada pertengahan januari 2019 dilaporkan oleh pakar sekalius penenliti keamanan website asal australia bahwa kebocoran besar terjadi dari 773 ID atau alamat email yang unik dan 21 juta password berhasil dicuri dan sudah beredar di dunia maya, yang kemudian disebut sebagai Collection#1.
Ia mendapat laporan sebanyak 12 ribu file dengan ukuran total 87 GB. Ternyata, file ini menyimpan 2,7 miliar catatan dengan total 773 juta ID email unik di dalamnya.
Melansir The Next Web, Hunt memastikan telah menghapus file tersebut dari database hosting MEGA. Tapi, file tersebut ternyata masih tayang di beberapa forum peretasan.
Hunt mengatakan, postingan forum menggambarkan sumber data sebagai "kumpulan 2000+ database yang rusak dan combo (kombinasi alamat email dan kata sandi)” yang disimpan berdasarkan topik.
Kejadian ini bisa dibilang kebocoran data terbesar setelah Yahoo! yang mengalami hal serupa pada 2013 silam. Kala itu, peretas berhasil mengambil data hampir tiga miliar akun, yang membocorkan data pribadi, seperti kartu kredit dan lainnya.
Lantas, apakah email Anda terpengaruh oleh hal tersebut? Tidak perlu khawatir, karena Anda bisa memastikannya sendiri.
Hunt telah mengintegrasikan database ratusan juta email yang bocor di situs keamanan miliknya, Have I Been Pwned. Situs ini bisa mengecek apakah sebuah akun pernah terdampak oleh insiden kebocoran data.
Setelah terbuka, Anda tinggal memasukkan alamat email Anda. Kalau Anda termasuk dalam salah satu korban, maka hal yang bisa langsung Anda lakukan adalah dengan mengganti kata sandi.
Sumber: Akurat.co

Comments
Post a Comment