| Sumber: Google |
Nama Vigit Waluyo mencuat terkait isu pertandingan atau yang sering di sebut match fixing. Vigit Waluyo sebagai salah satu aktor utama dalam pertandingan tersebut di duga melakukan hal yang tidak seportif.
Saat ini Vigit Waluyo tengah mendekam di Lapas Sidoarjo karena kasus PDAM itu pun akhirnya diperiksa oleh Satgas Anti Mafia Bola bentukan Polri. Dari situ, Vigit membeberkan fakta menarik terkait match fixing di kompetisi Indonesia.
Vigit mengakui berperan membantu tiga klub Liga 2 agar dapat memenangi pertandingan hingga promosi ke Liga 1. Tiga klub yang dimaksud yaitu PSS Sleman, Kalteng Putra, dan PS Mojokerto Putra.
"Klub yang saya bantu hanya Mojokerto Putra, Sleman (PSS), dan Kalteng Putra juga. Saya membantu memenangkan pertandingan kandang saja, tidak pernah di laga away," ujar Vigit usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Surabaya, Kamis (24/1).
Untuk melakukannya, Vigit mengaku meminta bantuan kepada pengurus PSSI. Ia jiga tanpa segan menyebut membayar sejumlah uang ke komite wasit beserta wasitnya.
"Kuncinya adalah di penjadwalan dan di perwasitan. Kalau memang jadwalnya bermain di awal dan bermain di pertandingan akhir sebagai tuan rumah itu pasti ada settingan," tambahnya.
"Kami awalnya ketemu mbah putih (Dwi Irianto) lalu dia beri saran saya kepada mas Nasrul Koto (anggota Komite wasit) untuk menemui beliau. Setelah itu pertandingan kami aman-aman saja."
Pada kesempatan yang sama, Vigit membantah juga terlibat mengatur pertandingan di Liga 1. Namun ia juga tak menampik kemungkinan match fixing juga terjadi di kasta tertinggi kompetisi profesional Indonesia tersebut.
"Pertanyaan itu (juara settingan) seharusnya dijawab oleh PSSI sendiri karena di dalam ini mereka yang lebih paham dari awal penjadwalan sampai penugasan wasit. Dalam keadaan seperti ini semua pihak ada kepentingan masing-masing, salah satu contohnya di wilayah komite perwasitan itu selalu menopang klub-klub yang dihuni oleh beberapa orang yang merangkap jabatan," ujarnya lagi.
"Misalnya klub ada pejabatnya di PSSI dan dia punya klub juga, itu yang saya tahu.”
Pernyataan Vigit ini semakin menyudutkan PSSI dan para pengurusnya. Rasa kepercayaan publik tentu akan semakin berkurang jika persoalan ini tak diselesaikan sampai tuntas.
Sumber: Akurat.co
Comments
Post a Comment